jump to navigation

Mind Map [Peta Konsep] 29 Desember 2009

Posted by irpha in Uncategorized.
trackback

Peta konsep diusulkan dan dikembangkan Prof. Joseph D. Novack dari Universitas  Cornell,  AS pada tahun 1983. Peta konsep adalah teknik visual untuk menunjukkan struktur informasi yaitu bagaimana konsep-konsep dalam suatu domain tertentu saling berhubungan. Peta konsep ini dibuat berdasarkan teori Ausable tentang belajar yang bermakna yang menekankan bahwa hasil belajar tentang suatu pengetahuan yang baru dipengaruhi oleh pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Pengetahuan yang baru menjadi bermakna apabila secara substantif berkaitan dengan kerangka pengetahuan sebelumnya.  Pengetahuan yang baru bukan ‘tempelan’ tambahan bagi pengetahuan sebelumnya.  Peta konsep dapat menvisualisasikan kerangka berpikir seseorang dan juga menyebabkan pengetahuan awal seseorang lebih jelas terlihat.

 Menurut Novak, konsep yang baru diperoleh dengan cara menemukan (discovery) seperti yang dilakukan para balita, atau dari belajar seperti yang dilakukan para siswa di sekolah. Namun, sebagaian siswa belajar konsep di sekolah itu ‘hanya’ menghapalkan definisinya dan atau mengingat penggunaannya untuk menyelesaikan soal. Mereka tidak menangkap makna pengertian yang terkandung dalam definisi tersebut.
Suatu peta konsep tediri atas beberapa konsep dan  garis-garis yang menunjukkan sifat hubungan antar konsep itu. Berikut disajikan peta konsep Fisika.

HyperPhysics
HyperPhysics

Dalam fisika, telah dikembangkan Hyperphysics oleh Carl R. (Rod) Nave, Department of Physics and Astronomy, Georgia State University, Atlanta, Georgia, AS (Gambar 1). Hyperphysics ini, pada tahun 2005,  telah memperoleh penghargaan dari Merlot Classic Award winner. Disebutkan bahwa situs hyperphysics ini sangat komprehensif, creatif, and berpengaruh besar pada mahasiswa seluruh dunia. Materi disusun dalam banyak sekali peta konsep. Berikut disajikan peta konsep untuk melihat hubungan sejumlah besaran poko dalam mekanika..

Mekanika merupakan salah satu cabang dari fisika besaran dan satyan pokoknya dikembangkan. Rantai logis bermula dari deskripsi tentang gerak menuju penyebab gerak (gaya dan tegangan) dan kemudian dilanjutkan hingga akibat-akibat dari gaya yang bekerja pada suatu benda. Besaran-besaran pokok dalam mekanika adalah massa, panjang dan waktu. Semua besaran mekanika dapat dinyatakan dalam bentuk hubungan dari ketiga besaran ini.

Hubungan Antara Jarak, Kecepatan, Percepatan, Gaya dengan Waktu
Hubungan Antara Jarak, Kecepatan, Percepatan, Gaya dengan Waktu

 Hubungan antar besaran dapat ditunjukkan dalam bentuk ‘rantai’ seperti disajikan pada Gambar 2. Pajang lintasan yang dilalui sebuah benda yang sedang bergerak selama satu satuan waktu (missal: detik) disebut kecepatan. Perubahan kecepatan dalam satu satuan waktu (missal per detik) disebut percepatan.  Jika besaran percepatan ini dikalikan dengan massa maka harganya sama dengan gaya yang bekerja pada benda tersebut. Anda tentu dapat melanjutkan ke besaran besaran yang lain. Dengan cara seperti ini maka besaran dan satuannya tidak perlu dihapal mati. (Baca juga Lebih Baik Paham daripada Hafal).

Penggunaan Peta Konsep

Sejak dicetuskan, 1983, hingga kini peta konsep telah diterapkan diberbagai hal. Peta konsep dapat dipakai untuk mengumpulkan gagasan baru melalui curah pendapat dalam diskusi kelompok terarah (Focus group discussion). Peta konsep juga telah digunakan untuk menggali miskonsepsi siswa. Peta konsep juga digunakan untuk membantu meningkatkan pemahaman seseorang tentang sesuatu yang disajikan lewat tulisan. Bobby dePorter dalam Quantum Learningnya membuat tutuntan menggunakan peta konsep untuk membuat catatan dan untuk membuat tulisan. Sejak diusulkan, sudah sekitar 150 penelitian tentang pengaruh peta konsep pada hasil belajar.

Kini muncul pemikiran penggunaan peta konsep sebagai salah satu alat asesmen. Istilah asesmen digunakan sebagai pengganti ulangan atau ujian karena ada anggapan untuk menilai pengetahuan dan ketrampilan siswa secara individual memerlukan intergrasi dari banyak informasi. Peta konsep dapat digunakan sebagai salah satu informasi untuk asesmen itu.

Ada baiknya para guru mencoba membuat peta konsep ini dan menggunakannya pada pelajaran. Bisa juga dikerjakan bersama siswa di kelas. Semoga.

About these ads

Komentar»

1. irpha - 29 Desember 2009

terimakasih….. semoga dapat saling share ilmu…..

2. m.faiq - 23 Maret 2010

betul. peta konsep sangat bagus untuk pembelajaran.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: